RSS

Menabuh Genderang Perang di Dunia Maya

29 Sep

Lagi-lagi, kaum kafir pendengki memantik amarah kaum beriman di dunia maya. E-mail, blog hingga facebook, muncul menghina Nabi yang dimuliakan.

Oleh Lufti Avianto

Tak ada habisnya. Juga tak ada jeranya. Itulah sikap yang ditunjukkan para pendengki Rasulullah saw. Berbagai cara sudah dilakukan mereka demi memfitnah kekasih Allah swt itu. Mulai dari menggambar kartun Nabi, menyamakan beliau dengan tokoh sekuler, membuat blog yang berisi fitnah dan penghinaan, hingga kini; beraksi dengki dengan mengejeknya lewat jejaring sosial; di laman si ‘Buku Wajah’ alias Facebook (FB).

Terang saja, aksi penghinaan di ruang publik itu memancing kemarahan umat Islam, terlebih lagi bagi para warga FB. Pasalnya, ketiga grup FB itu menggunakan bahasa Indonesia dalam perbincangannya. Bila disimak dari materi yang di-posting sang administrator grup itu, semua artikel dan keterangan itu berisikan hujatan dan fitnah terhadap Nabi dan ajaran Islam yang suci.

Namun, para warga FB sudah tak bisa melongok laman itu. Saat berita ini ditulis, ketiga grup itu sudah tidak ditemukan. Meski begitu, bukan berarti FB sepi dari kelompok pendengki Nabi. Saat ini, masih ada grup lain yang muncul dengan nada kedengkian serupa, yakni grup lain yang meski ‘baru’ memiliki sudah 263 member.

Maraknya akun FB penghina Nabi, ditanggapi dingin oleh pihak pembuat si “Buku Wajah” ini. Jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini masih bengal. Melalui juru bicaranya, Debbie Frost, pihaknya tidak akan menghapus konten yang mencemarkan Rasulullah. “Kami tidak menghapus konten dari Facebook meski beberapa halaman mungkin telah dihapus oleh pihak pembuat, namun hanya sedikit yang memiliki akses dari beberapa negara untuk menghormati aturan lokal,” kata Frost seperti dikutip dari Voice of Islam awal Juni ini.

Sebelumnya, sudah beredar fan page Everybody Draw Muhamad Day di Facebook yang dibuat oleh orang tak dikenal. Grup pendengki Nabi di FB itu terinspirasi dari sebuah poster yang dibuat seorang kartunis, Molly Noris untuk menjadikan setiap tanggal 20 mei sebagai Hari Menggambar Muhammad. Ini dilakukan Morris sebagai respon atas protes keras yang dilakukan umat Islam New York dari RevolutionMuslim.org

Di Indonesia sendiri, muncul Everybody Draw Muhamad Day (Versi Indonesia) yang mengklaim berlokasi di Makkah, Arab Saudi. Dengan 1.278 anggota, sang admin grup itu bebas melakukan hujatan bahkan melakukan penghinaan dengan memajang foto wanita bugil yang ditempelkan pada gambar Ka’bah. Sang admin yang menggunakan profil pict bergambar kartun lelaki berjanggut bertuliskan ‘Cartoon Muhammad’ sempat menuliskan status, “kepada umat islam yg t…. dan g… gambar2 yg pernah diupload Admin tapi sudah gak ada, itu karena dari pihak FB tidak mengijinkan….tapi tenang aja gw akan tetap mengupload gambar2 yg sudah diremove, supaya para NEW members disini tidak ketinggalan pelajaran yg sangat Mendidik bagi umat islam/bangsa Onta.”

Tindakan fitnah kaum pendengki semacam ini, sudah memasuki wilayah hukum. Padahal, melalui Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang disahkan pada 2008 lalu, para pendengki itu bisa dijerat pasal 28 ayat 2, bahwa “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Dan untuk sanksi mereka yang memenuhi unsur pada pasal 28 ayat 2 itu, mendapat sanksi berat sebagaimana yang termaktub pasal 45 ayat 2, “setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Melihat fenomena ini, Ketua Muslim Information Technology Association (MIFTA) Agus Nizami menilai, maraknya gerakan online penghina Nabi bukanlah barang baru bahkan Nabi sempat merasakannya. “Orang-orang kafir, kan, memang membenci Islam. Saat Nabi hidup pun Nabi pernah disiram dengan tahi unta dan difitnah sebagai gila/tukang sihir.”

Karena itu, untuk meredam aksi itu, sebaiknya warga FB yang muslim melaporkan laman itu. “Semakin banyak laporan, bisa jadi administratornya akan menutupnya. Apalagi jika pemerintah juga aktif melapor pada pemilik situs tersebut. Atau bila meboikot, Nizami menyarankan untuk ‘hijrah’ ke jejaring sosial yang lebih Islami, seperti Millatfacebook, Mecca.com atau PencerahanHati.com.

Jejaring sosial versi Islam, bisa dijadikan alternatif sebagai jejaring ukhuwah bagi umat. Namun, perlu diingat, untuk mengoperasikan Facebook saja, diperlukan 30 ribu server agar kinerjanya tidak lelet. Karena itu, Nizami mengimbau agar, “para ulama dan aghniya bisa mendukung agar jejaring sosial yang lebih Islami, seperti PencerahanHati, bisa nyaman dipakai,” kata dia.

Selain itu, Nizami melanjutkan, untuk meng-counter gerakan sporadis di dunia maya, umat Islam harus membangun dan meramaikan pula berbagai media dakwah di internet seperti Milis Islam, Website Islam, dan sebagainya baik dengan bahasa Indonesia, maupun bahasa Inggris dan lainnya. Hal ini mengingat kaum pendengki itu memang sangat aktif aktif mengikuti berbagai forum diskusi dan membangun website untuk menjelek-jelekkan Islam. “Umat Islam yang punya ketrampilan IT juga harus sama aktifnya untuk mendakwahkan kebenaran Islam,” kata Nizami yang mengelola beberapa situs dan milis Islami ini.

Meski para pelaku bisa dilacak melalui Internet Protocol Address, dengan bekerjasama dengan perusahaan Penyedia Jasa Internet, tetap dibutuhkan itikad pemerintah untuk menuntaskan kasus ini. “Kita bisa mendapatkan IP ini dari pelanggan mana atau nomor telpon siapa. Tapi jika pelaku melakukannya lewat Warnet yang tidak mengidentifikasi setiap pemakai internet, sulit untuk dilacak, apalagi bila pelaku berada di luar negeri,” kata lelaki yang bekerja sebagai Manajer IT di sebuah perusahaan swasta ini.

Karena itu, umat harus sadar bahwa kini kita sudah berada pada zaman kecanggihan teknologi informasi. Para pembenci Islam akan terus ada sebagaimana para prajurit-prajurit kafir dari Quraisy, Yahudi, Romawi, Persia yang memerangi Islam. Tinggal bagaimana umat Islam mempersiapkan diri melawan mereka baik dengan jalan dakwah mau pun dengan perang seperti genderang ‘Perang Informasi’ yang kini ditabuh.

Karena itu, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan),” pungkas ayah dua anak ini seraya mengutip Surah Al Anfaal ayat 60.

 

Tentang manglufti

L.U.F.T.I. Itulah namaku. Bukan LUTFI seperti kebanyakan nama pada umumnya. Yang jelas namaku ngga pasaran khan?? Tapi kalo diteliti, artinya sungguh luar biasa dan perlu perjuangan mencari arti dari nama itu. Bayangkan, sejak aku kelas 5 SD, aku sudah membayangkan arti dari nama itu. Tanya sana-sini, tanya guru agama, tanya ibu (karena ayahku sudah meninggal), tanya om-tante, tanya tetangga, tanya satpam di sekolah, tanya penjaga musholla, wahh, pokoknya sudah tanya banyak orang. Dan jawabannya : cuma gelengan kepala dan bahu yang mengangkat alias GA TAU LA YAUWW. Aku menyerah?? TIDAK, sampai suatu saat di bulan Ramadhan tahun 2006, seorang ustadz menguraikan makna namaku. Ternyata artinya sungguh di luar dugaanku. Selama penantian 10 tahun lebih, akhirnya aku tahu arti dari nama itu. MAu tau...??? simak salah satu tulisanku di blog ini...
Leave a comment

Posted by pada 29 September 2010 in News

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.